Keramaian yang terjadi di Senayan merupakan angin segar bagi kami para panitia CommCreation 2013 untuk menggalang dana demi kelancaran acara kami. 9 Maret 2013, tepatnya hari Sabtu kita memutuskan untuk berjualan minuman pada Event Music Bank Jakarta 2013 yang berlokasi di Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta. Rupiah demi Rupiah didapat dengan derai air keringat, panas terik pun tak mengendurkan semangat kami untuk tetap menjajakkan dagangan. Rasanya seperti menghirup udara segar ketika dagangan terjual. Ternyata sulit juga yaa mencari uang. Banyak pelajaran yang kita ambil dan yang paling utama yaitu bagaimana kita harus menghargai uang dan waktu.
#Jurnal Creative Thinking
ALWAYS, ALL WAYS .
Arimbi's WorLd
holiday
when i'm lost in Mojokerto, and then my family take me home. before it i go to kota wisata Batu, Malang. because of it now i feel i can do everything. i feel more brave than before.
Minggu, 10 Maret 2013
Minggu, 20 November 2011
Identitas Nasional
Nama : Arimbi Agustin
NIM : 1111003010
IDENTITAS NASIONAL
Identitas nasional. Kata identitas menunjukkan sifat khas yang menerangkan dan sesuai dengan kesadaran diri, golongan, kelompok, komunitas, atau Negara sendiri. Arti kata ‘Nasional’ pun merupakan identitas yang melekat pada kelompok lebih besar, yang diikat oleh kesamaan fisik seperti budaya, agama, dan bahasa serta non fisik seperti keinginan, cita-cita dan tujuan. Dengan demikian Indentitas nasional adalah Identitas bangsa yang merupakan tindakan kelompok yang diwujudkan dalam bentuk organisasi atau pergerakkan yang disebut atribut nasional. Kata nasional sendiri tidak dapat dipisahkan dari kemunculan konesp nasionalisme. (Citizenship module;2009).
Nasionalisme adalah situasi kejiwaan dari kesetiaan seseorang secara total yang diabdikan langsung kepada Negara bangsa atas nama sebuah bangsa. Nasionalisme merupakan sebuah sikap dalam bentuk rasa cinta tanah air dan kesiapan membela Negara (citizenship;2009). Nasionalisme juga merupakan paham yang menciptakan suatu konsep identitas bersama dalam suatu kelompok manusia namun dalam konteks ini yaitu sebuah Negara. Kita juga dapat mengatakan bahswa Nasionalisme adalah paham suatu bangsa yang mempunyai perasaan cinta yang amat mendalam terhadap tanah air.
Namun dalam masa modern seperti ini sikap nasionalisme cenderung kepada sikap politik dan ketentaraan dalam membela Negara, tapi sebenarnya tidak. Kini sikap Nasionalisme dapat kita wujudkan antara lain dengan cara menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa komunikasi sehari-hari. Namun pada kenyataannya seperti yang kita ketahui bahwa Bahasa Indonesia kini tidak digunakan menjadi bahasa sehari-hari oleh seluruh masyarakat Indonesia sendiri. Nyatanya masih banyak sekolah swasta di Indonesia yang menggunakan Bahasa Internasional seperti Bahasa Inggris, Mandarin, Prancis sebagai bahasa utama dalam kehidupan sehari-hari mereka meskipun sebenarnya hal ini bagus demi kemajuan kecerdasan bangsa Indonesia. Tapi tidak seharusnya meninggalkan Bahasa Indonesia menjadi bahasa sehari-hari. Karena hal ini juga sudah sangat jelas dalam isi Sumpah Pemuda Indonesia yang berbunyi Kami Putra Putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.
Selain itu, kita juga bisa mewujudkan sikap nasionalisme kita dengan cara tidak menonjolkan unsure kedaerahan secara berlebihan. Ada beberapa unsure yang sangat mempengaruhi dan dapat merekatkan semangat persatuan Indonesia antara lain; Pancasila, Lambang Negara, Bendera Kebangsaan, Bahasa Indonesia, dan Lagu kebangsaan. Pancasila seperti yang kita ketahui merupakan dasar Negara Republik Indonesia yang dapat mempersatukan seluruh masyarakat Indonesia yang sangat beragam, ragam sukunya, daerahnya, adatnya, rasnya, etnis budayanya, hingga keyakinan atau agamanya. Lambang Negara yaitu Garuda dengan motto semboyan Bhineka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda namun tetap satu jua. Maknanya juga dapat dikatakan sebagai inspirasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Lambang Negara juga mencermikan bahwa banyaknya ragam suku bangsa, adat, dan ras yang menyatu dalam satu wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Lambang Garuda tersebut digunakan untuk mengembangkan wawasan multicultural yang menghargai perbedaan dengan mengedepankan nilai kesetaraan dan kebersamaan, serta semangat kekeluargaan.
Bendera kebangsaan yaitu Bendera Merah Putih yang melambangkan semangat keberanian, perjuangan, kerelaan berkorban, serta bermakna kesucian dan ketulusan dalam mengabdi kepada Negara dan bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia seperti yang tadi kita bahas. Dan Lagu Kebangsaan yaitu Indonesia Raya yang selalu memberikan inspirasi dan motivasi untuk selalu mencintai tumpah darah dan tanah air, serta motivasi untuk meningkatkan semangat dan kualitas pengabdian masyarakat guna mencapai cita-cita nasional, yaitu mencapai kesejahteraan bangsa Indonesia dan Kejayaan NKRI (Citizenship;2009).
Kemudian yaitu dengan mencintai produksi dalam negeri. Salah satu bukti mencintai produksi dalam negeri yaitu dengan batik. Batik bisa merupakan bukti bahwa kita sebagai bangsa Indonesia mencintai produk unggulan Indonesia tersebut. Terlebih kini batik sudah menjadi identitas nasional masyarakat Indonesia yang telah disahkan oleh UNESCO tahun lalu. Dan kini batik sudah menjadi kebiasaan kalangan pegawai negeri dan swasta yang mengenakan pakaian bermotif batik pada setiap hari Jum’at. Selain batik, Indonesia juga banyak memproduksi barang seperti sepatu, tas, baju, dan sebagainya. Namun dewasa ini seperti yang kita ketahui, gerakan mencintai produk dalam negeri yang sempat dikampanyekan oleh Jusuf Kalla kurang mendapatkan respon yang baik dari masyarakat Indonesia. Buktinya masih banyak pula anggota DPR dan para menteri yang ketika rapat, mereka datang dengan berpakaian dan menggunakan sepatu produk luar negeri. Begitu juga dalam kehidupan masyarakat umum yang gemar membeli produk luar negeri yang katanya produk Indonesia kurang bermutu dibandingkan dengan Negara lain. Masyarakat Indonesia membeli produk luar negeri juga karena factor gengsi. Factor lain yang membuat produk Indonesia kurang diminati adalah kurangnya kesadaran produsen untuk membuat merek sendiri padahal mampu dan kurang mengembangkannya.
Dalam mewujudkan sikap nasionalisme kita terhadap Indonesia, kita harus memperhatikan beberapa sikap yang dapat mendukung rasa semangat nasionalisme kita yaitu dengan rasa Patriotisme. Patriotisme adalah tindakan nyata dari suatu semangat rela berkorban dalam membela Negara, baik dalam mempertahankan kemerdekaan ataupun mengisi kemerdekaan melalui profesi masing – masing (citizenship module;2009). Pratiotisme juga merupakan sikap yang berani, pantang menyerah, dan rela berkorban demi bangsa dan Negara (wikipedia;2011).
Sikap patriotisme dapat diwujudkan dengan menempatkan kepentingan bangsa dan Negara di atas kepentingan pribadi dan golongan. Namun belakangan ini sangat sulit kita jumpai bangsa Indonesia yang mempunyai jiwa patriot. Mengapa demikian? Karena masih banyak masyarakat terutama para pemimpin Indonesia yang lebih mementingkan urusan pribadi ataupun kepentingan golongan. Meskipun demikian, kita pastinya tetap berharap adanya perubahan dari para pemimpin yang seharusnya mengayomi, melayani dan dapat memimpin bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik.
Kemudian menjaga nama baik bangsa dan Negara di mata dunia juga merupakan wujud dari sikap patriotisme. Menjaga nama baik Negara Indonesia bisa melalui apa saja, baik di bidang pendidikan, politik, hingga bidang olahraga. Seperti pada saat ini yang sedang heboh-hebohnya dengan adanya Sea Games yaitu kompetisi dunia bergengsi yang sedang diselenggarakan di dua kota besar di Indonesia yaitu DKI Jakarta dan Palembang demi mempererat hubungan antar Negara di kawasan Asia Tenggara. Banyak atlet atau olahragawan yang menyumbang kepingan emas untuk Indonesia demi mengharumkan nama Indonesia. Begitu juga dengan antusiasme para pendukung Indonesia di berbagai cabang Olahraga yang sangat luar biasa demi kesuksesan bangsa Indonesia, ini menunjukkan rasa nasionalisme dan cinta negeri oleh seluruh masyarakat Indonesia.
Dalam kehidupan sehari-hari pun kita juga harus menanamkan sikap patriotisme yang dapat diwujudkan dengan berani minta maaf jika berbuat salah kepada siapapun dan selalu berjiwa besar dalam memaafkan orang lain. Serta dapat diwujudkan dengan membina persatuan dan kesatuan bangsa. Membina persatuan dan kesatuan bangsa dewasa ini sangatlah sulit, karena masih banyak kita temukan percerai-beraian sesama bangsa, saling menghakimi dan mencaci maki, makin marak timbulnya perpecahan dan konflik antar sesama bangsa, etnis, budaya bahkan sesama agama. Indonesia termasuk salah satu Negara yang rawan terhadap disintegrasi bangsa, karena Negara yang multi agama. Isu agama merupakan salah satu isu yang sangat mudah menciptakan konflik.
Oleh karena itu, kesadaran kita sebagai generasi penerus bangsa sangatlah diperlukan demi mencapai Indonesia yang lebih baik. Rasa nasionalisme dan patriotisme dapat kita wujudkan dimulai dari hal yang kecil yaitu bisa dengan menciptakan suasana kerukunan di lingkungan keluarga, sekolah, kampus dan lingkungan masyarakat bangsa dan Negara. Semoga masyarakat Indonesia untuk kedepannya bisa lebih menumbuhkan semangat nasionalisme dan patriotisme, serta dengan mewujudkan rasa nasionalisme dan patriotisme yang baik, kita akan mencapai kejayaan dan Indonesia bisa menjadi lebih baik.
Pancasila
Nama : Arimbi Agustin
NIM : 1111003010
PANCASILA
Pancasila merupakan identitas bangsa Indonesia. Pancasila juga merupakan ideology Negara Republic Indonesia yang mana ideology adalah nilai atau norma yang berlaku dalam masyarakat suatu Negara. Pancasila berasal dari bahasa Sansekerta yaitu ‘Panca’ yang artinya adalah lima dan ‘Syila’ yang artinya adalah dasar, alas, atau peraturan tingkah laku yang baik. Oleh karena itu Pancasila berarti lima buah peraturan yang baik dalam sebuah Negara yaitu Republik Indonesia. Dan seluruh bangsa Indonesia yang baik haruslah mematuhi dan melaksanakan lima pertauran tersebut.
Seperti yang kita ketahui tangal 1 juni 1945 merupakan hari lahirnya pancasila. Ini merupakan bukti otentik bahwa telah lahir Pancasila yang merupakan dasar Negara Republik Indonesia. Karena pada tanggal tersebut adalah pertama kalinya pancasila disebut dalam sebuah pidato oleh Ir. Soekarno. Kemudian pada tanggal 18 Agustus 1945 tepat satu hari setelah bangsa Indonesia menghirup segarnya nafas kemerdekaan yang telah direbut dengan perjuangan yang sangat sangat berat, Pancasila disahkan UUD 1945. Dan seperti yang kita ketahui pula, di dalam UUD 1945 terdapat rumusan Pancasila. Pancasila sebelumnya diruuskan oleh Muh. Yamin, Ir. Soekarno, dan Piagam Jakarta. Kemudian pada tanggal 30 September 1965 merupakan gerakan atau pemberontakkan awal dari G30S/PKI yang berusaha untuk menjatuhkan Pancasila. Banyak sekali pertumpahan darah anak Bangsa demi membela Pancasila, membela dasar Negara yang begitu suci. Pemberontakan ini merupakan wujud usaha mengubah unsur Pancasila menjadi ideologi komunis. Hari itu, enam Jendral dan berberapa orang lainnya dibunuh sebagai upaya kudeta. Namun berkat kesadaran untuk mempertahankan Pancasila maka upaya tersebut mengalami kegagalan. Maka 30 September diperingati sebagai Hari Peringatan Gerakan G30S-PKI.
Dan pada tanggal 1 oktober diperingati sebagai hari kesaktian Pancasila. Karena tak ada yang bisa merubah Pancasila, Pancasila adalah sakti dan Pancasila selamanya tak akan tergantikan. Dan rasanya masih hangat di pikiran kita awal oktober lalu, kita semua Rakyat Indonesia memperingati hari kesaktian Pancasila. Hari dimana kita mengingat perjuangan bangsa Indonesia menumpas gerakan komunis yang terjadi tanggal 30 September yang dilakukan oleh PKI. Begitulah kesaktian Pancasila, mampu mempersatukan elemen bangsa Indonesia waktu itu. Dasar-dasar nilai yang terkandung dalam Pancasila selalu menjadi elemen penggerak perubahan bangsa Indonesia dari waktu ke waktu. Komitmen untuk melaksanakan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila secara benarlah yang membuat bangsa ini selalu melakukan perubahan dari waktu ke waktu demi kemajuan Indonesia itu sendiri.
pada saat awal kemerdekaan Indonesia komitmen terhadap Pancasila merupakan tujuan dan cita – cita bersama bangsa Indonesia demi mewujudkan Negara yang maju dan paling tidak Negara Republik Indonesia mampu memenuhi hajat kehidupan seluruh Bangsa Indonesia untuk kesejahteraaan bangsanya sendiri. Dan hajat bangsa Indonesia itu telah dikonstrksikan di dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang di mana butir nilai-nilai Pancasila terdapat dan dimasukkan ke dalam Pembukaan Undang – Undang Dasar 1945. namun, pada Orde Lama, Komitmen terhadap Pancasila sangat kuat karena cita – cita nasional Bangsa Indonesia selalu didengungkan dan diperbincangkan, walaupun tetap berada dalam kemiskinan, kebodohan, dan ketertinggalan yang lumayan jauh dari Negara – Negara lainnya. Dan hancurnya orde lama juga dikarenakan muncul persepsi masyarakat Indonesia bahwa Negara Indonesia telah gagal dalam mencapai tujuannya yaitu memenuhi hajat hidup seluruh masyarakat Indonesia seperti yang telah dicita – citakan sebelumnya dalam Pancasila dan Undang – Undang Dasar 1945.
Lalu munculah Orde Baru, yang pada awalnya timbul kembali kepercayaan, dan komitmen masyarakat Indonesia terhadap Pancasila karena seiring berjalannya waktu sudah mulai terlihat hasil pembangunan di mata masyarakat Indonesia yang mana itu menandakan adanya kemajuan untuk Indonesia itu sendiri. Namun pada pertengahan Masa Orde Baru, mulai muncul paradoks baru. Di mana kaum terpelar atau kalangan elite menilai karakter kekuasaan Orde Baru berseberangan atau tidak sesuai dengan nilai – nilai utama Pancasila. Kemudian muncul kembali persepi negative terhadap pancasila oleh kalangan generasi muda. Lalu di era 90-an menguat gerakan perlawanan pro demokrasi dan reformasi dengan isu bersama lawan Korupsi atau KKN. Perlawanan terhadap Orde Baru ini muncul karena penilaian mereka terhadap Negara Indonesia yang gagal dalam mewujudkan cita – cita nasional Indoneia dengan dikarenakannya adanya Korupsi atau KKN dalam pemerintahan Indonesia dan kemudian terjebak dalam krisis multidimensi yang merupakan masalah sistematik pemerintahan Indonesia. Berarti bisa kita simpulkan bahwa komitmen Masyarakat Indonesia terhadap Pncasila sangatlah tergantung atau ditentukan oleh sejauh mana pemerintah mampu mewujudkan cita – cita nasional Bangsa Indonesia. Munculnya gerakan separatisme seperti GAM, RMS, terorisme, dan tindakan radikalisme lainnya lebih sebagai bentuk ekspresi kekecewaan masyarakat Indonesia terhadap kegagalan Negara untuk mewujudkan dan memunaikan amanat dari Undang – Undang Dasar. Karena gagalnya mewujudkan cita–cita dan amanah Undang–Undang Dasar dan karakter penguasa atau pemerintah yang bertabrakan dengan Pancasila inilah yang menyebabkan krisis komitmen masyarakat Indonesia terhadap Pancasila terjadi saat ini.
Seperti yang terlihat faktanya kini bagaimana permisivisme atau kebebasan moral yang yang sekarang ini nyaris menyingkirkan sila pertama Pancasila yaitu ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’. Seperti yang kita ketahu masa kini banyak masyarakat Indonesia yang jauh nilai moralnya dari agama yang ia yakini, masih banyak yang saling tidak menghormati antara pemeluk agama. Dan msih banyaknya peperangan antara umat beragama dan yang paling utama masa kini makin jarang masyarakat Indonesia yang mengamalkan ajaran baik yang diajari oleh agama dan keyakinannya.
Kita juga tahu bahwa masyarakat Indonesia kini masih jauh dan bersebrangan dari nilai-nilai Pancasila yang kedua yaitu ‘Kemanusiaan yang Adil dan Beradab’. Karena nyatanya banyak sekali dan dengan mudahnya melecehkan Hak Asasi Manusia (HAM) yang berarti melecehkan sila kedua juga. Banyaknya yang memperlakukan manusia tidak sesuai dengan harkat dan martbat sebagimana yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Kurangnya mengembangkan sikap saling mencintai, menyayangi, tenggang rasa dan kurang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Kemudian juga masih banyak cara memandang orang lain dengan berdasarkan kedudukannya atau tidak mau mengakui persamaaan derajat, persamaan hak, dan kewajiban asasi setiap manusia, membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.
Begitu juga dengan sila ketiga yakni ‘Persatuan Indonesia’ yang kita lihat akhir-akhir ini malah semakin jauh dari nilai luhur Pancasila. Faktanya kini masih banyaknya penguasa yang mementingkan kepentingan pribadinya sendiri dari pada kepentingan bersama, kurangnya rasa bangga berkebangsaan dan bertanah air Indonesia, masih kurangnya kesadaran bela Negara, masih seing terjadi peperangan antar kelompok yang menunjukkan peretakan bangsa Indonesia. Lalu sekarang kita alihkan ke sila keempat yaitu ‘Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan perwakilan’ masih banyak juga yang tidak sesuai dengan nilai pancasila ini seperti masih banyaknya yang memaksakan kehendak kepada orang lain, kurangnya menjunjung tinggi setiap keputusan yang telah diambil, adanya kepentingan golongan pribadi dalam bermusyawarah, masih banyaknya timbul kecurangan dalam memanipulasi data pada pemilihan umum, kurangnya rasa lapang dada dalam menerima keputusan yang kurang sesuai dengan pendapat sendiri. Begitu pula pada sila kelima ‘Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia’ masih banyak nilai kehidupan sekarang yang tidak sesuai dengan sila ini. Seperti, semakin sedikitnya yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan, jarang yang menghormati hak orang lain, menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup yang mewah, kurangnya kesadaran untuk menghargai hasil karya orang lain yang sebenarnya bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
Oleh karena itu, Pancasila sebagai dasar Negara hidup berbangsa seharusnya tumbuh dan dipraktekkan dalam setiap aktivitas masyarakat Indonesia. Nilai-nilai luhur Pancasila harus terus dikobarkan dan disuarakan, serta tingkatkan komitmen terhadap Pancasila dan kesadaran terhadap Pancasila sebagai identitas nasional. Kemudian sikap konsisten dari berbagai elemen bangsa. Pemimpin atau pemerintah Negara ini harus menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup dalam berpikir dan bertindak dalam mewujudkan cita-cita nasional.
Hal ini tidaklah hanya sekedar menjadi pemanis bibir, tapi tentunya sangat diperlukan langkah nyata dalam menjunjung tinggi sila Ketuhanan Yang Maha Esa, harus mampu melawan segala macam bentuk kemusyrikan. Kita harus yakin kepada kreatifitas bangsa sendiri dan pertolongan Tuhan Yang Maha Esa untuk bias lebih maju agar tidak perlu memohon dan menghamba pada Negara lain. Sila kemanusiaan haruslah mampu untuk menghentikan merajalelanya situasi dan kondisi saat ini yang makin tidak manusiawi. Manfaatkan cinta tanah air dan Persatuan Indonesia untuk membangun dan mengobarkan rasa nasionalisme dan patriotisme bangsa yang kini lambat laun makin menurun. Sila Permusyawaratan haruslah dikedepankan karena kini demokrasi sekarang sudah mulai keluar dari jalur atau koridor dan harapan masyarakat Indonesia sendiri. Kemudian sila keadilan sosial dalam memperkuat solidaritas dan integrasi sosial dan menutup serta menjauhkan kesenjangan sosial ekonomi yang sekarang ini makin marak tubuh di kalangan masyarakat Indonesia.
Maka dari itu kita sebagai bangsa Indonesia yang sangat menginginkan untuk Indonesia terdepan marilah kita semua mengevaluasi diri kita bersama dengan kondisi Indonesia saat ini dan marilah berlomba-lomba dalam kebaikan dengan berkontribusi positif sebaik mungkin untuk mewujudkan pembangunan Indonesia menjadi bangsa yang selalu lebih baik dari waktu ke waktu, dari generasi ke generasi. Semoga kedepannya Indonesia akan menjadi lebih baik.
Sabtu, 29 Oktober 2011
Balasan atas Kesetiaan
ketika cinta dihalangi oleh jarak
jarak itulah yang menjadi sebuah tantangan tersendiri
jarak mungkin bagi beberapa pasangan tidaklah mudah untuk dijalani
jarak jugalah alat pengukur kesetiaan sebuah pasangan
dimana dalam hal ini kesetiaan adalah lebih penting sama seperti kepercayaan
namun disisi yang sama , kejujuran pun sangatlah penting
dikala perjalanan cinta jarak jauh seseorang berlangsung
yang awalnya penuh keraguan
keraguan untuk menjalankan itu semua
tetapi cintalah yang menguatkan mereka
kesabaran, komunikasi yang tak terputus, saling menguatkan dan mengingatkan
mengingatkan agar tetap yakin bahwa akan datang sesuatu yang sangat indah pada waktunya nanti
waktu terus berjalan, cinta memang tidak mengenal jarak, waktu dan tempat
namun kini jarak jugalah yang akhirnya memutuskan cinta itu
dulu mereka sangat yakin dapat melewati itu semua
namun kini, kesetiaan itu telah dibalas oleh pengkhianatan salah seorangnya
jarak dijadikan alibi untuk sebuah pengkhianatan
betapa pedihnya saat-saat itu
saat-saat ketika dimana kita sudah mulai serius
mulai yakin, percaya dan sangat setia
tapi pada akhirnya semua itu cuma sia-sia
kesetiaan yang selama ini sudah dijaga namun dirusak
dan semua itu dibalas dengan pengkhianatan
pengkhianatan yang sangat sakit.
Tapi kini ku ikhlaskan semuanya.
TEARS
tak akan sanggup menghapus gelisah dan kegalauan
dan penyesalan yang kini hadir jadi tidak berarti lagi
karena waktu yang bengis terus datang dan pergi
menangislah bila harus menangis
karena kita semua manusia yang punya perasaan
manusia bisa terluka dan pasti manusia itu akan menangis
dan manusia pun mengambil hikmah dari semua itu
Dibalik segala kedukaan dan kesedihan pastilah tersimpan hikmah yang bisa kita petik
Dan di balik segala suka pastilah tersimpan hikmah yang akan mungkin bisa jadi cobaan .
Bersyukurlah kalian masih mendapatkan cobaan hidup yang kadangkala disertai kesedihn yang begitu mendalam untuk dirasakn dan dijalani.
dan penyesalan yang kini hadir jadi tidak berarti lagi
karena waktu yang bengis terus datang dan pergi
menangislah bila harus menangis
karena kita semua manusia yang punya perasaan
manusia bisa terluka dan pasti manusia itu akan menangis
dan manusia pun mengambil hikmah dari semua itu
Dibalik segala kedukaan dan kesedihan pastilah tersimpan hikmah yang bisa kita petik
Dan di balik segala suka pastilah tersimpan hikmah yang akan mungkin bisa jadi cobaan .
Bersyukurlah kalian masih mendapatkan cobaan hidup yang kadangkala disertai kesedihn yang begitu mendalam untuk dirasakn dan dijalani.
sekilas sudut kehidupan di Indoneia
Indonesia memiliki budaya yang sangat beragam baik horizontal maupun vertical. Kita tahu bahwa di Indonesia banyak sekali etnis budaya. Secara diferensial horizontal kita ketahui banyak perbedaan budaya seperti budaya pada pemulung di Bantar Gebang, Pemuda kota yang professional, dan para nelayan di daerah pesisir seperti di Clincing Jakarta Utara.
Budaya para pemulung di daerah Bantar Gebang sudah banyak kita ketahui antaranya di sana banyak orang tua ataupun anak-anak yang memungut sampah . Mereka memilah sampah organic dan non organic, dan mengelompokkan botol bekas, plastic, gelas aqua, kaleng, kaca untuk didaur ulang. Mereka menganggap pekerjaan ini sangat membantu keadaan ekonomi mereka meskipun tidak banyak namun daur ulang dapat memberika penghasilan untuk para pemulung tersebut. Mereka semua tinggal di rumah yang tidak layak seperti rumah kardus, rumah seng yang terkesan kumuh dan jauh dari kebersihan. Penampilan mereka pun sangat kumuh dengan pakaian yang kotor, compang-camping, dan terkadang banyak tambalan. Bahkan untuk makan sehari-hari pun susah.
Hal tersebut sangat berbeda dengan pemuda kota yang professional. Mereka tinggal di kota besar yang lingkungannya baik, glamour serta layak. Kehidupannya tercukupi, keadaan ekonominya pun sangat mencukupi kehidupan mereka. Serta budaya mereka berpakaian rapih, bersih, mewah terkesan sangat professional dan glamour. Berkendaraan mewah jika mau bepergian. Mereka sudah terbiasa dengan kehidupan yang mewah.
Namun berbeda pula dengan budaya para nelayan yang tinggal di daerah Cilincing Jakarta Utara. Di sana mereka tinggal di daerah yang bias dikatakan kurang layak, Karena rumah mereka hanya dari papan atau kayu, jauh dari keramaian kota yang mewah dan glamour, dikelilingi perahu kecil yang berjejer di muara hingga mulut laut, lingkungan yang kumuh dan berbau tidak sedap. Mereka hidup bergantung pada cuaca dan ombak, para nelayan akan pergi melaut jika ombak tidak tinggi. Mereka sudah terbiasa dengan kehidupan yang kurang layak dan sederhana.
Sabtu, 15 Oktober 2011
Proses Persepsi Komunikasi
Persepsi adalah
proses aktif dalam memilih, mengelola, dan menafsirkan orang, objek, acara,
situasi, dan aktifitas lainnya. Persepsi dan komunikasi saling mempengaruhi
satu sama lain. Persepsi juga merupakan bentuk dari pemahaman kita mengenai
komunikasi dan pilihan yang kita buat pada komunikasi kita sendiri.
Ada tiga aspek
penting dalam proses persepsi, anatar lain:
- Selection (pilihan)
Seleksi adalah proses dimana anda ingin memilih apa yang anda inginkan
atau apa yang anda tidak inginkan (abaikan). Dan factor yang mempengaruhi
pilihan adalah Stimulus (rangsangan) dan motif. Stimuli adalah pilihan yang
disebabkan oleh rangsangan panca indera. Contoh: ‘gelap atau terang?’. Pilihan
juga seringkali mempengaruhi motif anda. Sedangkan motif adalah niat atau
dorongan untuk bertindak dalam suatu hal. Contoh : ‘jika kamu bosan dengan
pekerjaan kamu, maka kamu mungkin akan melihat iklan untuk mencari pekerjaan
lain’
- Organization (mengelola)
Burselon&Rack, ada empat skema antara lain:
- Prototypes adalah contoh yang paling mewakili kategori. Contoh:’Jane adalah seorang model’
- Personal Construct adalah bipolar atau mental yang kita gunakan untuk mengukur orang dan situasi.
- Stereotypes adalah generalisasi prediktif tentang individu dan situasi berdasarkan kategori di mana kita menempatkan mereka
- Script adalah panduan untuk bertindak dalam situasi tertentu.
- Interpretation (menafsirkan)
adalah proses subjektif dalam
menciptakan penjelasan untuk apa yang kita amati .
PENGARUH
PERSEPSI
- Faktor physikologi
Jika anda lelah, stress, dan sakit, maka anda akan
melakukan hal yang lebih negative daripada ketika anda sedang dalam keadaan
baik.
- Harapan , pengaruh harapan pada komunikasi adalah dasar dari visualisasi positif, yang merupakan teknik yang digunakan untuk meningkatkan kesuksesan dalam berbagai situasi oleh masyarakatnya dalam mengajar untuk memvisualisasikan diri mereka sendiri dengan positif.
- Kemampuan kognitif. Adalah kemampuan seseorang yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan intelektual.
- Peran Sosial
- keanggotaan dalam budaya dan komunikasi sosial
pedoman untuk meningkatkan keterampilan dalam pemahaman :
1. menghindari membaca pikiran
2. periksa persepsi dengan lainnya
3. membedakan fakta dari kesimpulan dan penilaian
4.memantau layanan diri sendiri
Langganan:
Postingan (Atom)


