holiday

holiday
when i'm lost in Mojokerto, and then my family take me home. before it i go to kota wisata Batu, Malang. because of it now i feel i can do everything. i feel more brave than before.

Minggu, 20 November 2011

Pancasila


Nama   : Arimbi Agustin
NIM    : 1111003010

PANCASILA

Pancasila merupakan identitas bangsa Indonesia. Pancasila juga merupakan ideology Negara Republic Indonesia yang mana ideology adalah nilai atau norma yang berlaku dalam masyarakat suatu Negara. Pancasila berasal dari bahasa Sansekerta yaitu ‘Panca’ yang artinya adalah lima dan ‘Syila’ yang artinya adalah dasar, alas, atau peraturan tingkah laku yang baik. Oleh karena itu Pancasila berarti lima buah peraturan yang baik dalam sebuah Negara yaitu Republik Indonesia. Dan seluruh bangsa Indonesia yang baik haruslah mematuhi dan melaksanakan  lima pertauran tersebut.

Seperti yang kita ketahui tangal 1 juni 1945 merupakan hari lahirnya pancasila. Ini merupakan bukti otentik bahwa telah lahir Pancasila yang merupakan dasar Negara Republik Indonesia. Karena pada tanggal tersebut adalah pertama kalinya pancasila disebut dalam sebuah pidato oleh Ir. Soekarno. Kemudian pada tanggal 18 Agustus 1945 tepat satu hari setelah bangsa Indonesia menghirup segarnya nafas kemerdekaan yang telah direbut dengan perjuangan yang sangat sangat berat, Pancasila disahkan UUD 1945. Dan seperti yang kita ketahui pula, di dalam UUD 1945 terdapat rumusan Pancasila.  Pancasila sebelumnya diruuskan oleh Muh. Yamin, Ir. Soekarno, dan Piagam Jakarta. Kemudian pada tanggal 30 September 1965 merupakan gerakan atau pemberontakkan awal dari G30S/PKI yang berusaha untuk menjatuhkan Pancasila. Banyak sekali pertumpahan darah anak Bangsa demi membela Pancasila, membela dasar Negara yang begitu suci. Pemberontakan ini merupakan wujud usaha mengubah unsur Pancasila menjadi ideologi komunis. Hari itu, enam Jendral dan berberapa orang lainnya dibunuh sebagai upaya kudeta. Namun berkat kesadaran untuk mempertahankan Pancasila maka upaya tersebut mengalami kegagalan. Maka 30 September diperingati sebagai Hari Peringatan Gerakan G30S-PKI.

Dan pada tanggal 1 oktober diperingati sebagai hari kesaktian Pancasila. Karena tak ada yang bisa merubah Pancasila, Pancasila adalah sakti dan Pancasila selamanya tak akan tergantikan. Dan rasanya masih hangat di pikiran kita awal oktober lalu, kita semua Rakyat Indonesia memperingati hari kesaktian Pancasila.  Hari dimana kita mengingat perjuangan bangsa Indonesia menumpas gerakan komunis yang terjadi tanggal 30 September yang dilakukan oleh PKI. Begitulah kesaktian Pancasila, mampu mempersatukan elemen bangsa Indonesia waktu itu. Dasar-dasar nilai yang terkandung dalam Pancasila selalu menjadi elemen penggerak perubahan bangsa Indonesia dari waktu ke waktu. Komitmen untuk melaksanakan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila secara benarlah yang membuat bangsa ini selalu melakukan perubahan dari waktu ke waktu demi kemajuan Indonesia itu sendiri.

 pada saat awal kemerdekaan Indonesia komitmen terhadap Pancasila merupakan tujuan dan cita – cita bersama bangsa Indonesia demi mewujudkan Negara yang maju dan paling tidak Negara Republik Indonesia mampu memenuhi hajat kehidupan seluruh Bangsa Indonesia untuk kesejahteraaan bangsanya sendiri. Dan hajat bangsa Indonesia itu telah dikonstrksikan di dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang di mana butir nilai-nilai Pancasila terdapat dan dimasukkan ke dalam Pembukaan Undang – Undang Dasar 1945. namun, pada Orde Lama, Komitmen terhadap Pancasila sangat kuat karena cita – cita nasional Bangsa Indonesia selalu didengungkan dan diperbincangkan, walaupun tetap berada dalam kemiskinan, kebodohan, dan ketertinggalan yang lumayan jauh dari Negara – Negara lainnya. Dan hancurnya orde lama juga dikarenakan muncul persepsi masyarakat Indonesia bahwa Negara Indonesia telah gagal dalam mencapai tujuannya yaitu memenuhi hajat hidup seluruh masyarakat Indonesia seperti yang telah dicita – citakan sebelumnya dalam Pancasila dan Undang – Undang Dasar 1945.

Lalu munculah Orde Baru, yang pada awalnya timbul kembali kepercayaan, dan komitmen masyarakat Indonesia terhadap Pancasila karena seiring berjalannya waktu sudah mulai terlihat hasil pembangunan di mata masyarakat Indonesia yang mana itu menandakan adanya kemajuan untuk Indonesia itu sendiri. Namun pada pertengahan Masa Orde Baru, mulai muncul paradoks baru. Di mana kaum terpelar atau kalangan elite menilai karakter kekuasaan Orde Baru berseberangan atau tidak sesuai dengan nilai – nilai utama Pancasila. Kemudian muncul kembali persepi negative terhadap pancasila oleh kalangan generasi muda. Lalu di era 90-an menguat gerakan perlawanan pro demokrasi dan reformasi dengan isu bersama lawan Korupsi atau KKN. Perlawanan terhadap Orde Baru ini muncul karena penilaian mereka terhadap Negara Indonesia yang gagal dalam mewujudkan cita – cita nasional Indoneia dengan dikarenakannya adanya Korupsi atau KKN dalam pemerintahan Indonesia dan kemudian terjebak dalam krisis multidimensi yang merupakan masalah sistematik pemerintahan Indonesia. Berarti bisa kita simpulkan bahwa komitmen Masyarakat Indonesia terhadap Pncasila sangatlah tergantung atau ditentukan oleh sejauh mana pemerintah mampu mewujudkan cita – cita nasional Bangsa Indonesia. Munculnya gerakan separatisme seperti GAM, RMS, terorisme, dan tindakan radikalisme lainnya lebih sebagai bentuk ekspresi kekecewaan masyarakat Indonesia terhadap kegagalan Negara untuk mewujudkan dan memunaikan amanat dari Undang – Undang Dasar. Karena gagalnya mewujudkan cita–cita dan amanah Undang–Undang Dasar dan karakter penguasa atau pemerintah yang bertabrakan dengan Pancasila inilah yang menyebabkan krisis komitmen masyarakat Indonesia terhadap Pancasila terjadi saat ini.
Seperti yang terlihat faktanya kini bagaimana permisivisme atau kebebasan moral yang yang sekarang ini nyaris menyingkirkan sila pertama Pancasila yaitu ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’. Seperti yang kita ketahu masa kini banyak masyarakat Indonesia yang jauh nilai moralnya dari agama yang ia yakini, masih banyak yang saling tidak menghormati antara pemeluk agama. Dan msih banyaknya peperangan antara umat beragama dan yang paling utama masa kini makin jarang masyarakat Indonesia yang mengamalkan ajaran baik yang diajari oleh agama dan keyakinannya.
Kita juga tahu bahwa masyarakat Indonesia kini masih jauh dan bersebrangan dari nilai-nilai Pancasila yang kedua yaitu ‘Kemanusiaan yang Adil dan Beradab’. Karena nyatanya banyak sekali dan dengan mudahnya melecehkan Hak Asasi Manusia (HAM) yang berarti melecehkan sila kedua juga. Banyaknya yang memperlakukan manusia tidak sesuai dengan harkat dan martbat sebagimana yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Kurangnya mengembangkan sikap saling mencintai, menyayangi, tenggang rasa dan kurang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Kemudian juga masih banyak cara memandang orang lain dengan berdasarkan kedudukannya atau tidak mau mengakui persamaaan derajat, persamaan hak, dan kewajiban asasi setiap manusia, membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.
Begitu juga dengan sila ketiga yakni ‘Persatuan Indonesia’ yang kita lihat akhir-akhir ini malah semakin jauh dari nilai luhur Pancasila. Faktanya kini masih banyaknya penguasa yang mementingkan kepentingan pribadinya sendiri dari pada kepentingan bersama, kurangnya rasa bangga berkebangsaan dan bertanah air Indonesia, masih kurangnya kesadaran bela Negara, masih seing terjadi peperangan antar kelompok yang menunjukkan peretakan bangsa Indonesia. Lalu sekarang kita alihkan ke sila keempat yaitu ‘Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan perwakilan’ masih banyak juga yang tidak sesuai dengan nilai pancasila ini seperti masih banyaknya yang memaksakan kehendak kepada orang lain, kurangnya menjunjung tinggi setiap keputusan yang telah diambil, adanya kepentingan golongan pribadi dalam bermusyawarah, masih banyaknya timbul kecurangan dalam memanipulasi data pada pemilihan umum,  kurangnya rasa lapang dada dalam menerima keputusan yang kurang sesuai dengan pendapat sendiri. Begitu pula pada sila kelima ‘Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia’ masih banyak nilai kehidupan sekarang yang tidak sesuai dengan sila ini. Seperti, semakin sedikitnya yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan, jarang yang menghormati hak orang lain, menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup yang mewah, kurangnya kesadaran untuk menghargai hasil karya orang lain yang sebenarnya bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
            Oleh karena itu, Pancasila sebagai dasar Negara hidup berbangsa seharusnya tumbuh dan dipraktekkan dalam setiap aktivitas masyarakat Indonesia. Nilai-nilai luhur Pancasila harus terus dikobarkan dan disuarakan, serta tingkatkan komitmen terhadap Pancasila dan kesadaran terhadap Pancasila sebagai identitas nasional. Kemudian sikap konsisten dari berbagai elemen bangsa. Pemimpin atau pemerintah Negara ini harus menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup dalam berpikir dan bertindak dalam mewujudkan cita-cita nasional.
 Hal ini tidaklah hanya sekedar menjadi pemanis bibir, tapi tentunya sangat diperlukan langkah nyata dalam menjunjung tinggi sila Ketuhanan Yang Maha Esa, harus mampu melawan segala macam bentuk kemusyrikan. Kita harus yakin kepada kreatifitas bangsa sendiri dan pertolongan Tuhan Yang Maha Esa untuk bias lebih maju agar tidak perlu memohon dan menghamba pada Negara lain. Sila kemanusiaan haruslah mampu untuk menghentikan merajalelanya situasi dan kondisi saat ini yang makin tidak manusiawi. Manfaatkan cinta tanah air dan Persatuan Indonesia untuk membangun dan mengobarkan rasa nasionalisme dan patriotisme bangsa yang kini lambat laun makin menurun. Sila Permusyawaratan haruslah dikedepankan karena kini demokrasi sekarang sudah mulai keluar dari jalur atau koridor dan harapan masyarakat Indonesia sendiri. Kemudian sila keadilan sosial dalam memperkuat solidaritas dan integrasi sosial dan menutup serta menjauhkan kesenjangan sosial ekonomi yang sekarang ini makin marak tubuh di kalangan masyarakat Indonesia.
Maka dari itu kita sebagai bangsa Indonesia yang sangat menginginkan untuk Indonesia terdepan marilah kita semua mengevaluasi diri kita bersama dengan kondisi Indonesia saat ini dan marilah berlomba-lomba dalam kebaikan dengan berkontribusi positif sebaik mungkin untuk mewujudkan pembangunan Indonesia menjadi bangsa yang selalu lebih baik dari waktu ke waktu, dari generasi ke generasi. Semoga kedepannya Indonesia akan menjadi lebih baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar