holiday

holiday
when i'm lost in Mojokerto, and then my family take me home. before it i go to kota wisata Batu, Malang. because of it now i feel i can do everything. i feel more brave than before.

Minggu, 20 November 2011

Identitas Nasional


Nama   : Arimbi Agustin
NIM    : 1111003010

IDENTITAS NASIONAL

Identitas nasional. Kata identitas menunjukkan sifat khas yang menerangkan dan sesuai dengan kesadaran diri, golongan, kelompok, komunitas, atau Negara sendiri. Arti kata ‘Nasional’ pun merupakan identitas yang melekat pada kelompok lebih besar, yang diikat oleh kesamaan fisik seperti budaya, agama, dan bahasa serta non fisik seperti keinginan, cita-cita dan tujuan. Dengan demikian Indentitas nasional adalah Identitas bangsa yang merupakan tindakan kelompok yang diwujudkan dalam bentuk organisasi atau pergerakkan yang disebut atribut nasional. Kata nasional sendiri tidak dapat dipisahkan dari kemunculan konesp nasionalisme. (Citizenship module;2009).

Nasionalisme adalah situasi kejiwaan dari kesetiaan seseorang secara total yang diabdikan langsung kepada Negara bangsa atas nama sebuah bangsa. Nasionalisme merupakan sebuah sikap dalam bentuk rasa cinta tanah air dan kesiapan membela Negara (citizenship;2009). Nasionalisme juga merupakan paham yang menciptakan suatu konsep identitas bersama dalam suatu kelompok manusia namun dalam konteks ini yaitu sebuah Negara. Kita juga dapat mengatakan bahswa Nasionalisme adalah paham suatu bangsa yang mempunyai perasaan cinta yang amat mendalam terhadap tanah air.

Namun dalam masa modern seperti ini sikap nasionalisme cenderung kepada sikap politik dan ketentaraan dalam membela Negara, tapi sebenarnya tidak. Kini sikap Nasionalisme dapat kita wujudkan antara lain dengan cara menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa komunikasi sehari-hari. Namun pada kenyataannya seperti yang kita ketahui bahwa Bahasa Indonesia kini tidak digunakan menjadi bahasa sehari-hari oleh seluruh masyarakat Indonesia sendiri. Nyatanya masih banyak sekolah swasta di Indonesia yang menggunakan Bahasa Internasional seperti Bahasa Inggris, Mandarin, Prancis sebagai bahasa utama dalam kehidupan sehari-hari mereka meskipun sebenarnya hal ini bagus demi kemajuan kecerdasan bangsa Indonesia. Tapi tidak seharusnya meninggalkan Bahasa Indonesia menjadi bahasa sehari-hari. Karena hal ini juga sudah sangat jelas dalam isi Sumpah Pemuda Indonesia yang berbunyi Kami Putra Putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.

Selain itu, kita juga bisa mewujudkan sikap nasionalisme kita dengan cara tidak menonjolkan unsure kedaerahan secara berlebihan. Ada beberapa unsure yang sangat mempengaruhi dan dapat merekatkan semangat persatuan Indonesia antara lain; Pancasila, Lambang Negara, Bendera Kebangsaan, Bahasa Indonesia, dan Lagu kebangsaan. Pancasila seperti yang kita ketahui merupakan dasar Negara Republik Indonesia yang dapat mempersatukan seluruh masyarakat Indonesia yang sangat beragam, ragam sukunya, daerahnya, adatnya, rasnya, etnis budayanya, hingga keyakinan atau agamanya. Lambang Negara yaitu Garuda dengan motto semboyan Bhineka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda namun tetap satu jua. Maknanya juga dapat dikatakan sebagai inspirasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Lambang Negara juga mencermikan bahwa banyaknya ragam suku bangsa, adat, dan ras yang menyatu dalam satu wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Lambang Garuda tersebut digunakan untuk mengembangkan wawasan multicultural yang menghargai perbedaan dengan mengedepankan nilai kesetaraan dan kebersamaan, serta semangat kekeluargaan.

Bendera kebangsaan yaitu Bendera Merah Putih yang melambangkan semangat keberanian, perjuangan, kerelaan berkorban, serta bermakna kesucian dan ketulusan dalam mengabdi kepada Negara dan bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia seperti yang tadi kita bahas. Dan Lagu Kebangsaan yaitu Indonesia Raya yang selalu memberikan inspirasi dan motivasi untuk selalu mencintai tumpah darah dan tanah air, serta motivasi untuk meningkatkan semangat dan kualitas pengabdian masyarakat guna mencapai cita-cita nasional, yaitu mencapai kesejahteraan bangsa Indonesia dan Kejayaan NKRI (Citizenship;2009).

Kemudian yaitu dengan mencintai produksi dalam negeri. Salah satu bukti mencintai produksi dalam negeri yaitu dengan batik. Batik bisa merupakan bukti bahwa kita sebagai bangsa Indonesia mencintai produk unggulan Indonesia tersebut. Terlebih kini batik sudah menjadi identitas nasional masyarakat Indonesia yang telah disahkan oleh UNESCO tahun lalu. Dan kini batik sudah menjadi kebiasaan kalangan pegawai negeri dan swasta yang mengenakan pakaian bermotif batik pada setiap hari Jum’at. Selain batik, Indonesia juga banyak memproduksi barang seperti sepatu, tas, baju, dan sebagainya. Namun dewasa ini seperti yang kita ketahui, gerakan mencintai produk dalam negeri yang sempat dikampanyekan oleh Jusuf Kalla kurang mendapatkan respon  yang baik dari masyarakat Indonesia. Buktinya masih banyak pula anggota DPR dan para menteri yang ketika rapat, mereka datang dengan berpakaian dan menggunakan sepatu produk luar negeri. Begitu juga dalam kehidupan masyarakat umum yang gemar membeli produk luar negeri yang katanya produk Indonesia kurang bermutu dibandingkan dengan Negara lain. Masyarakat Indonesia membeli produk luar negeri juga karena factor gengsi. Factor lain yang membuat produk Indonesia kurang diminati adalah kurangnya kesadaran produsen untuk membuat merek sendiri padahal mampu dan kurang mengembangkannya.

Dalam mewujudkan sikap nasionalisme kita terhadap Indonesia, kita harus memperhatikan beberapa sikap yang dapat mendukung rasa semangat nasionalisme kita yaitu dengan rasa Patriotisme. Patriotisme adalah tindakan nyata dari suatu semangat rela berkorban dalam membela Negara, baik dalam mempertahankan kemerdekaan ataupun mengisi kemerdekaan melalui profesi masing – masing (citizenship module;2009). Pratiotisme juga merupakan sikap yang berani, pantang menyerah, dan rela berkorban demi bangsa dan Negara (wikipedia;2011).

Sikap patriotisme dapat diwujudkan dengan menempatkan kepentingan bangsa dan Negara di atas kepentingan pribadi dan golongan. Namun belakangan ini sangat sulit kita jumpai bangsa Indonesia yang mempunyai jiwa patriot. Mengapa demikian? Karena masih banyak masyarakat terutama para pemimpin Indonesia yang lebih mementingkan urusan pribadi ataupun kepentingan golongan. Meskipun demikian, kita pastinya tetap berharap adanya perubahan dari para pemimpin yang seharusnya mengayomi, melayani dan dapat memimpin bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik.

Kemudian menjaga nama baik bangsa dan Negara di mata dunia juga merupakan wujud dari sikap patriotisme. Menjaga nama baik Negara Indonesia bisa melalui apa saja, baik di bidang pendidikan, politik, hingga bidang olahraga. Seperti pada saat ini yang sedang heboh-hebohnya dengan adanya Sea Games yaitu kompetisi dunia bergengsi yang sedang diselenggarakan di dua kota besar di Indonesia yaitu DKI Jakarta dan Palembang demi mempererat hubungan antar Negara di kawasan Asia Tenggara. Banyak atlet atau olahragawan yang menyumbang kepingan emas untuk Indonesia demi mengharumkan nama Indonesia. Begitu juga dengan antusiasme para pendukung Indonesia di berbagai cabang Olahraga yang sangat luar biasa demi kesuksesan bangsa Indonesia, ini menunjukkan rasa nasionalisme dan cinta negeri oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Dalam kehidupan sehari-hari pun kita juga harus menanamkan sikap patriotisme yang dapat diwujudkan dengan berani minta maaf jika berbuat salah kepada siapapun dan selalu berjiwa besar dalam memaafkan orang lain. Serta dapat diwujudkan dengan membina persatuan dan kesatuan bangsa. Membina persatuan dan kesatuan bangsa dewasa ini sangatlah sulit, karena masih banyak kita temukan percerai-beraian sesama bangsa, saling menghakimi dan mencaci maki, makin marak timbulnya perpecahan dan konflik antar sesama bangsa, etnis, budaya bahkan sesama agama. Indonesia termasuk salah satu Negara yang rawan terhadap disintegrasi bangsa, karena Negara yang multi agama. Isu agama merupakan salah satu isu yang sangat mudah menciptakan konflik.

Oleh karena itu, kesadaran kita sebagai generasi penerus bangsa sangatlah diperlukan demi mencapai Indonesia yang lebih baik. Rasa nasionalisme dan patriotisme dapat kita wujudkan dimulai dari hal yang kecil yaitu bisa dengan menciptakan suasana kerukunan di lingkungan keluarga, sekolah, kampus dan lingkungan masyarakat bangsa dan Negara. Semoga masyarakat Indonesia untuk kedepannya bisa lebih menumbuhkan semangat nasionalisme dan patriotisme, serta dengan mewujudkan rasa nasionalisme dan patriotisme yang baik, kita akan mencapai kejayaan dan Indonesia bisa menjadi lebih baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar